
Menghemat minyak goreng dengan memakainya lagi adalah hal yang umum dilakukan di rumah tangga Indonesia. Namun, sebelum melakukannya, ada baiknya Anda tahu apa saja risiko kesehatan yang bisa terjadi jika minyak goreng dipakai berulang kali.
Secara teknis, minyak goreng memang boleh digunakan beberapa kali asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Namun semakin sering minyak dipanaskan, semakin besar risiko bagi kesehatan tubuh Anda karena komposisi kimianya akan berubah.
Ketika minyak dipanaskan berkali-kali, terbentuk senyawa beracun dan karsinogenik yang dapat memicu berbagai jenis kanker, peradangan, dan tekanan darah tinggi. Penelitian juga menunjukkan kebiasaan ini meningkatkan kadar kolesterol dan peradangan dalam tubuh, yang berpotensi menyebabkan penyakit liver, gangguan usus, dan masalah fungsi saraf.
Selain dampak kesehatan, manfaat minyak goreng untuk tubuh juga berkurang seiring penggunaan berulang. Kandungan lemak sehat seperti omega-3 akan menurun, sementara lemak berbahaya seperti lemak trans justru meningkat.
Minyak goreng sebaiknya segera dibuang jika sudah mengeluarkan bau tidak sedap, berubah warna menjadi terlalu gelap, atau teksturnya menjadi lengket. Jangan pernah membuang minyak ke saluran air karena bisa merusak pipa, atau ke kompos karena mengganggu proses pengomposan.
Cara membuang minyak goreng yang benar adalah mencampurkannya saat sudah dingin dengan bahan penyerap seperti tisu dapur, ampas kopi, atau pasir kucing hingga menjadi padat, lalu masukkan ke wadah tertutup dan buang ke tempat sampah. Alternatif lainnya, tuang minyak dingin langsung ke dalam wadah berpenutup rapat seperti kaleng bekas, kemudian buang ke sampah.
Bagi yang ingin ramah lingkungan, Anda bisa membawa minyak bekas ke tempat pengumpulan limbah minyak. Beberapa daerah memiliki program daur ulang minyak goreng untuk diproses menjadi biodesel atau sabun, sehingga limbah bisa dikelola dengan lebih bertanggung jawab.
Sumber: Antara News




