Jus Buah Segar Bukan Jaminan Sehat, Minum Setiap Hari Malah Berisiko

Jus Buah Segar Bukan Jaminan Sehat, Minum Setiap Hari Malah Berisiko

Banyak orang percaya jus buah adalah minuman sehat karena berasal dari buah segar. Bahkan sebagian sengaja meminumnya tiap hari dengan harapan tubuh lebih fit. Padahal, kebiasaan minum jus setiap hari justru bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang tidak terduga.

Jus memang mengandung vitamin, mineral, dan polifenol yang berguna melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nutrisi dalam jus juga diserap tubuh dengan cepat, sehingga cocok bagi orang yang jarang makan buah dan sayuran utuh. Penelitian bahkan menunjukkan jus jeruk dan apel bisa memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Namun ada kelemahan serius: jus buah mengandung gula yang jauh lebih tinggi dari buah utuh. Saat buah diproses menjadi jus, gula terlepas dari struktur aslinya dan jadi lebih mudah terserap tubuh dalam jumlah besar. Inilah mengapa beberapa negara membatasi konsumsi jus—Inggris, Spanyol, dan Belanda menganjurkan maksimal satu porsi sehari, bahkan Selandia Baru hanya menyarankan sekali seminggu.

Gula tinggi dalam jus berisiko meningkatkan gigi berlubang karena paparan gula dan asam merusak lapisan pelindung gigi. Lebih berbahaya lagi, minum jus rutin setiap hari bisa menaikkan berat badan—kadar gula tinggi dan serat yang minim menyebabkan lonjakan gula darah, membuat seseorang cepat lapar dan makan lebih banyak.

Berbeda dengan buah utuh yang kaya serat, serat berfungsi memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah tetap stabil. Jika ingin minum jus dengan aman, sebaiknya konsumsi setelah makan dan jangan saat perut kosong. Dengan cara ini, risiko lonjakan gula darah bisa diminimalkan dan tubuh tetap mendapat manfaat nutrisinya.

Sumber: Antara News

Kamu Mungkin Suka

Scroll to Top