
Sebuah insiden memilukan terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara. Seorang pria nyaris menjadi korban amukan massa setelah disangka menculik anak—padahal ia adalah ayah kandung si anak itu sendiri.
Kejadian bermula pada Rabu, 30 September, ketika pria tersebut datang dari Sibolga untuk menemui dan mengajak jalan-jalan anaknya. Namun, ada miskomunikasi dengan pengasuh anak, yang berujung pada tuduhan penculikan. Warga sekitar langsung bereaksi keras begitu mendengar teriakan tersebut.
Pria itu sempat kabur dan bersembunyi di semak-semak sebelum akhirnya berhasil ditangkap warga di Dusun Pardomuan, Desa Sion Julu, Kecamatan Parlilitan. Ia kemudian dianiaya oleh massa yang terlanjur emosi. Video kejadian ini sempat menyebar luas di media sosial.
Korban akhirnya melapor ke polisi, dan sebelas orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu pun diamankan pada Minggu, 4 Oktober. Plt Kasi Humas Polres Humbahas, Bripka Jafar Simanjuntak, membenarkan penangkapan tersebut. “Polisi mengamankan terduga pelaku tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi di wilayah Kecamatan Parlilitan,” ujarnya.
Jafar menambahkan bahwa kesebelas terduga pelaku bersikap kooperatif dan datang sendiri ke Polsek Parlilitan untuk menjalani pemeriksaan. “Ada kesalahpahaman dengan pengasuh sehingga diteriaki penculikan anak dan dikejar. Kemudian lari ke semak-semak dan ditangkap warga di Dusun Pardomuan, Desa Sion Julu, Kecamatan Parlilitan,” jelasnya.
Kasus ini menjadi pengingat betapa cepatnya situasi bisa berubah berbahaya ketika informasi yang belum terverifikasi menyebar di tengah kerumunan—dan betapa pentingnya memastikan kebenaran sebelum bertindak.
Sumber: Detik.com




