
Pemerintah meluncurkan program Magang Nasional (MagangHub) sebagai terobosan untuk membantu lulusan baru universitas mendapatkan pengalaman kerja yang dibutuhkan industri. Program ini menjawab masalah klasik yang sering dihadapi fresh graduate saat mencari pekerjaan pertama: permintaan pengalaman kerja yang sulit dipenuhi tanpa pernah bekerja sebelumnya.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan visi di balik inisiatif ini. “Program ini dirancang sebagai jembatan agar generasi muda kita tidak lagi terkendala masalah pengalaman kerja saat hendak memasuki pasar kerja,” ujarnya pada Selasa di Jakarta. Magang Nasional menjadi salah satu komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bidang ketenagakerjaan.
Program yang diluncurkan tahun 2025 ini menawarkan kesempatan magang enam bulan kepada lulusan perguruan tinggi, program vokasi, hingga penyandang disabilitas. Peserta akan ditempatkan di perusahaan swasta, perusahaan milik negara (BUMN), atau instansi pemerintah untuk belajar langsung dan mengasah kemampuan sesuai kebutuhan industri.
Pemerintah telah menetapkan target 100.000 peserta untuk 2025 dan meningkatnya menjadi 150.000 peserta di tahun 2026. Komitmen ini menunjukkan skalabilitas program sebagai solusi nasional untuk masalah ketenagakerjaan generasi muda.
Untuk memastikan program berjalan berkualitas, pemerintah menyediakan paket komprehensif bagi peserta magang. Setiap bulan mereka menerima uang saku setara upah minimum wilayah tempat bekerja, perlindungan asuransi kecelakaan kerja dan kematian, bimbingan langsung dari mentor perusahaan, serta akses sertifikasi kompetensi resmi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menaker Yassierli menekankan bahwa peserta magang tidak akan menggantikan posisi pekerja tetap di perusahaan. Sebaliknya, mereka akan didampingi dengan baik untuk mengembangkan skill teknis dan non teknis yang relevan dengan dunia kerja nyata. “Dengan pengalaman nyata, insentif yang memadai, dan pengakuan kompetensi resmi, generasi muda kita memiliki kesiapan yang jauh lebih baik untuk meraih kehidupan yang lebih sejahtera,” katanya.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara ekspektasi dunia industri dan kesiapan fresh graduate, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih adil bagi pemula untuk membuktikan kemampuan mereka di lapangan kerja.
Sumber: Antara News
Kamu Mungkin Suka

Astra Rayakan 70 Tahun dengan Apresiasi untuk Generasi Muda Berbakat Indonesia

Kabupaten Solok Genjot Produksi Kopi Lokal dengan Target Perluasan 2.000 Hektare

Jus Stroberi dan Pisang: Minuman Sehat yang Mudah Dibuat di Rumah

