
Membawa tumbler ke mana-mana memang langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan. Tapi ada satu kebiasaan yang sering terlewat: mencuci botol minum itu setiap hari. Padahal, meski isinya cuma air putih, tumbler yang tidak rutin dibersihkan bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri, jamur, dan kapang.
Setiap kali kamu minum langsung dari botol, bakteri dari mulut, bibir, dan tangan ikut masuk ke dalam. Kelembapan di dalam tumbler menciptakan kondisi yang sempurna bagi mikroorganisme untuk tumbuh. Dalam waktu 24 jam saja, jumlah bakteri di botol yang tidak dicuci bisa melonjak drastis, bahkan disebut bisa melampaui jumlah bakteri di dudukan toilet.
Bahaya tidak berhenti di soal bau tak sedap atau rasa air yang aneh. Bakteri yang menumpuk bisa membentuk lapisan tipis licin yang disebut biofilm, yaitu semacam ‘koloni’ bakteri yang menempel di dinding dalam botol. Lapisan ini berpotensi menyebabkan sakit perut, mual, diare, hingga infeksi saluran pencernaan.
Risiko makin tinggi kalau tumbler dipakai untuk menyimpan minuman selain air putih, seperti kopi, susu, teh manis, atau jus buah. Sisa gula dan nutrisi dari minuman tersebut mempercepat pertumbuhan kuman secara signifikan.
Membilasnya dengan air keran saja tidak cukup. Cara yang benar adalah mencuci dengan sabun pencuci piring dan air hangat, lalu gunakan sikat khusus botol untuk menjangkau bagian dasar. Jangan lupa melepas sedotan, katup, dan karet penutup botol, karena lipatan karet adalah tempat favorit jamur hitam bersembunyi.
Setelah dicuci, keringkan semua bagian secara terpisah sebelum dipasang kembali. Kebiasaan kecil ini mungkin terasa merepotkan, tapi justru di situlah kunci menjaga tumbler tetap aman digunakan setiap harinya.
Sumber: Antara News
Kamu Mungkin Suka

Kabupaten Solok Genjot Produksi Kopi Lokal dengan Target Perluasan 2.000 Hektare

Jus Stroberi dan Pisang: Minuman Sehat yang Mudah Dibuat di Rumah

Boleh Pakai Minyak Goreng Berkali-kali, Tapi Hati-hati Risikonya bagi Kesehatan

