
Selama ini, banyak perusahaan sudah menjalankan program CSR—atau dana sosial yang wajib dikeluarkan korporasi untuk masyarakat—tapi hasilnya kurang merata. Ada wilayah yang kebanjiran bantuan, sementara kawasan lain yang justru lebih membutuhkan malah tidak tersentuh sama sekali. Masalah inilah yang mendorong Pemerintah Kota Jakarta Pusat membentuk Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU).
Forum ini digagas sebagai jembatan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk bersama-sama menangani persoalan sosial di Jakarta Pusat. Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat, Denny Ramdany, menegaskan kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat, dan media massa adalah kunci utama,” kata Denny.
Jakarta Pusat sendiri masih bergulat dengan sejumlah tantangan serius, mulai dari permukiman padat yang rentan secara sosial-ekonomi, ancaman kebakaran dan banjir, stunting (gagal tumbuh pada anak akibat kurang gizi), pengangguran usia produktif, hingga masalah lingkungan. Di sisi lain, anggaran daerah memiliki keterbatasan, sehingga dukungan dari sektor swasta menjadi sangat penting.
Denny mengakui bahwa selama ini program CSR dari berbagai perusahaan sering berjalan tanpa koordinasi. “Sering kali kegiatan tersebut berjalan sendiri-sendiri atau terfragmentasi. Akibatnya, ada wilayah yang menerima bantuan secara berulang, sementara wilayah rentan lainnya justru luput dari perhatian,” ujarnya.
Lewat forum ini, Pemkot Jakarta Pusat akan menyiapkan peta kebutuhan sosial berbasis data agar perusahaan bisa mengarahkan program mereka ke wilayah yang benar-benar memerlukan. Prioritasnya mencakup pengentasan kemiskinan ekstrem, pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, serta penguatan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana di tingkat RT dan RW.
Denny juga meluruskan bahwa forum ini bukan ajang pemerintah meminta-minta kepada pengusaha. “Forum ini bukan instrumen birokrasi untuk memungut sumbangan atau membebani dunia usaha. Forum ini kami gagas sebagai jembatan kolaborasi yang setara, transparan, dan akuntabel,” tegasnya. Pada akhirnya, lingkungan sosial yang sehat justru menjadi modal bagi bisnis untuk tumbuh secara berkelanjutan.
Sumber: Antara News




