Ibu Hamil Perlu Hati-Hati Pilih Skincare, Ini Bahayanya untuk Janin

Ibu Hamil Perlu Hati-Hati Pilih Skincare, Ini Bahayanya untuk Janin

Selama kehamilan, pilihan produk perawatan kulit bukan hanya soal kecantikan semata. Berbagai bahan kimia dalam skincare dan kosmetik sehari-hari ternyata bisa langsung memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan, dan masih banyak calon ibu yang belum menyadarinya.

Kulit adalah organ terbesar di tubuh dengan banyak pori-pori dan pembuluh darah. Ketika bahan kimia sintetis dari produk perawatan dioleskan ke kulit, zat-zat tersebut dapat diserap masuk ke aliran darah ibu. Darah ibu terhubung langsung dengan plasenta, yang berarti bahan berbahaya ini bisa sampai ke janin.

Beberapa bahan kimia aktif dalam produk kecantikan mampu menembus plasenta dan mengganggu pembentukan organ janin, khususnya pada tiga bulan pertama kehamilan. Risiko terburuk termasuk cacat lahir dan gangguan organ yang serius.

Produk perawatan harian sering mengandung paraben, phthalates, dan triclosan yang berfungsi sebagai pengawet atau pewangi. Di dalam tubuh, zat-zat ini dapat meniru atau mengganggu kerja hormon estrogen dan tiroid. Gangguan ini berpotensi menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, hingga masalah perkembangan saraf anak di masa depan.

Hormon kehamilan membuat kulit ibu menjadi lebih sensitif dan mudah iritasi, bahkan rentan terhadap bercak hitam di wajah yang disebut melasma. Menggunakan produk dengan kandungan alkohol tinggi, pewangi buatan, atau bahan pemutih seperti hidrokuinon dan merkuri justru bisa memperparah peradangan dan membahayakan janin.

Langkah aman yang bisa diambil adalah selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter kulit sebelum mencoba produk perawatan baru selama hamil. Dengan pendekatan hati-hati ini, ibu dapat tetap merawat diri tanpa mengorbankan kesehatan buah hatinya.

Sumber: Antara News

Kamu Mungkin Suka

Scroll to Top