Tujuh Alasan Kenapa Jagung Layak Jadi Andalan Menu Harian Kamu

Tujuh Alasan Kenapa Jagung Layak Jadi Andalan Menu Harian Kamu

Jagung bukan cuma soal rasa manis dan gurih yang bikin nagih. Di balik kesederhanaannya, biji-bijian yang mudah dijumpai di pasar tradisional hingga supermarket ini ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.

Jagung mengandung serat tidak larut, yaitu jenis serat yang tidak dicerna tubuh tapi justru bekerja keras di dalam usus. Serat ini membantu feses lebih padat dan mudah dikeluarkan, sekaligus menjadi makanan bagi bakteri baik yang menjaga kesehatan sistem pencernaan kita.

Buat kamu yang sering khawatir soal kesehatan mata, jagung juga punya andil di sana. Kandungan lutein dan zeaksantin — dua jenis antioksidan — serta karotenoid yang bisa diubah tubuh menjadi vitamin A, semuanya berperan menjaga fungsi retina dan kornea agar tetap prima.

Jagung juga mengandung kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengatur irama jantung. Antioksidan karotenoidnya pun membantu meredam peradangan di dalam tubuh, sehingga secara tidak langsung turut melindungi kesehatan jantung.

Menariknya, jagung berwarna lebih pekat seperti jagung ungu mengandung quercetin, senyawa antioksidan sekaligus antiinflamasi yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Jadi, semakin gelap warnanya, semakin kaya kandungannya.

Bagi penderita diabetes atau yang ingin menjaga kadar gula darah, serat dalam jagung memperlambat proses perubahan pati menjadi gula, sehingga gula masuk ke darah secara bertahap dan tidak melonjak tiba-tiba. Jagung juga bebas gluten secara alami, menjadikannya pilihan aman bagi penderita penyakit celiac atau mereka yang sensitif terhadap gluten.

Sebagai biji-bijian utuh, jagung masuk dalam golongan makanan yang dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, kanker usus besar, diabetes tipe 2, hingga obesitas. Yang perlu diingat, jagung yang belum banyak diolah — misalnya direbus atau dipanggang — cenderung menyimpan lebih banyak nutrisi dibanding yang sudah diproses menjadi produk olahan. Jadi, sesederhana mungkin cara memasaknya, semakin banyak manfaat yang bisa kamu dapat.

Sumber: Antara News

Kamu Mungkin Suka

Scroll to Top