:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4504824/original/031060500_1689578118-WhatsApp_Image_2023-07-17_at_14.05.541.jpg)
Persidangan kasus dugaan pelanggaran hak konsumen yang menjerat dokter Richard Lee menghadirkan momen tak biasa — seorang ustaz naik ke kursi saksi bukan untuk bicara soal bisnis skincare, melainkan soal keimanan. Ustaz Derry Sulaiman hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan tersebut dan memberikan kesaksian soal perjalanan Richard Lee memeluk Islam.
Derry menegaskan bahwa keputusan Richard menjadi mualaf sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkara hukum yang sedang dihadapinya. Menurutnya, Richard sudah mengucap syahadat jauh sebelum kasus skincare itu ramai diperbincangkan publik. “Beliau masuk Islam sebelum ada kasus, Pak, sebelum ada kasus skincare ini. Belum ada insyaAllah. Saya rasa semua orang bisa menilai keislaman beliau,” kata Derry di persidangan.
Derry mengaku dirinya sendiri yang membimbing Richard bersyahadat dan menyebut momen itu sangat mengharukan. “Saya mengislamkan beliau, saya mesti orang satu-satunya, the one and only, yang lebih meyakinkan keislaman beliau. Berurai air mata beliau bersyahadat,” ungkapnya. Karena itulah ia merasa punya tanggung jawab moral untuk terus mendampingi Richard.
Derry juga meluruskan spekulasi yang beredar bahwa dirinya dibayar untuk membela Richard di persidangan. Ia menegaskan kehadirannya murni untuk menjaga akidah sang dokter agar tetap istiqomah — artinya, konsisten dan teguh dalam menjalani keyakinannya. “Wallahi saya nggak dibayar Rp1 pun untuk urusan ini,” tegasnya.
Soal vonis, Derry menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim. Namun ia berharap jika masih ada ruang untuk musyawarah, Richard bisa kembali ke keluarganya dan memperbaiki diri. Bagi Derry, kehadiran di persidangan itu bukan soal menang atau kalah perkara, melainkan soal menjaga seseorang yang ia anggap sebagai tanggung jawab spiritualnya.
Sumber: Liputan6




